"Kita perlu meninjau kembali setiap proses Pilkada secara bersama-sama, terutama dalam hal akurasi data pemilih dan angka partisipasi masyarakat, agar dapat diperbaiki untuk pemilu mendatang," ungkap Syamsi dalam sambutannya, Selasa (25/2).

Ia juga mengungkapkan, bahwa partisipasi pemilih dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep 2024 mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan Pilkada sebelumnya.

"Berdasarkan data yang kami peroleh, tingkat partisipasi masyarakat mengalami penurunan sekitar satu persen dibandingkan Pilkada sebelumnya," jelasnya.

Kendati demikian, Nurussyamsi menggarisbawahi bahwa Kabupaten Sumenep mencatatkan pencapaian positif dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur dengan angka partisipasi tertinggi di seluruh provinsi.