"Di area selatan pantai, tepatnya di seberang jalan, terdapat lahan milik Pemkab seluas satu setengah hektare yang akan dikembangkan. Saat ini, lahan tersebut masih digunakan oleh para pedagang UMKM yang menjual rujak, es kelapa muda, soto, dan makanan lainnya. Namun, hingga saat ini belum ada investor yang mengajukan tawaran untuk proyek ini," papar Herman pada wartawan, Senin (24/2).

Ia menegaskan, bahwa proyek pengembangan ini tidak akan menggusur para pelaku UMKM yang telah lama berjualan di kawasan Pantai Slopeng.

Justru, keberadaan Slopeng Carnival akan menjadi tambahan daya tarik bagi wisatawan tanpa menghilangkan aktivitas ekonomi yang sudah ada.

"Kami tidak akan mengubah atau mengganggu kegiatan yang sudah berjalan di sana. Sebaliknya, kami ingin menambahkan elemen hiburan yang lebih menarik bagi pengunjung," tambahnya.