Selain itu, LPM Retorika juga hadir sebagai garda terdepan dalam mengkritisi kebijakan kampus. Sejak awal berdiri, organisasi ini aktif dalam menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi mahasiswa.

"Sejak awal, LPM Retorika telah mengawal dan mengkritisi kebijakan yang dibuat oleh pimpinan kampus," tegasnya.

Bahkan, ada masa ketika pihak kampus berupaya membungkam kritisisme LPM Retorika. Namun, demi menjaga idealisme, Kadir memilih untuk tidak mengambil beasiswa.

Menurut Kadir, sejak dulu LPM Retorika selalu aktif menerbitkan karya tulis, baik dalam bentuk majalah, buletin, maupun publikasi daring.

"Saya sangat mengapresiasi keberlanjutan LPM Retorika. Sampai sekarang, tulisan mereka tetap hidup, baik dalam bentuk buletin, majalah, maupun website," ujarnya.