Ia menekankan pentingnya pembahasan mengenai berbagai kebutuhan mendasar seperti pangan, energi, air bersih, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur transportasi, serta potensi di sektor perikanan dan pertanian.

“Informasi yang dikumpulkan dalam audiensi ini akan diperkuat melalui kunjungan lapangan ke lokasi strategis seperti PT. Garam Kalianget dan RSUD Abuya Kangean,” ungkap Arif pada wartawan, Rabu (22/1/2025) kemarin.

Ia juga menambahkan, bahwa hasil dari pertemuan ini diharapkan dapat memetakan potensi wilayah, mengidentifikasi kesenjangan, serta memberikan rekomendasi awal untuk pendanaan dari sumber eksternal, terutama bagi daerah yang menjadi fokus perhatian.

Selain itu, Arif menyatakan bahwa kegiatan ini juga akan membantu merumuskan kebijakan pembangunan yang sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.