Di tempat yang sama, Inovator utama SiKaPal, Arif Santoso menjelaskan, bahwa teknologi ini telah diterapkan pada 70 kapal di wilayah pesisir Sumenep, termasuk Kecamatan Giligenting, Pasongsongan, Ambunten, Batang-batang, Dungkek, Bluto, Sapudi, Raas, Kangean, dan Sapeken.

Menurut Arif, alat ini dirancang untuk mendukung keselamatan nelayan yang berlayar hingga ke perairan jauh, serta digunakan pada angkutan laut dan kapal kargo dengan rute jarak jauh.

“Pengembangan SiKaPal dimulai sejak tahun 2022. Alhamdulillah, teknologi ini dapat memberikan manfaat besar bagi transportasi laut di Sumenep. Kami merasa bangga karena inovasi ini juga diminati oleh daerah lain,” ungkapnya.

Sebagai informasi, SiKaPal adalah alat keselamatan pelayaran yang mampu mendeteksi koordinat kapal secara langsung dan terhubung dengan layanan Call Center 112 milik Kominfo Sumenep.

Dengan teknologi ini, apabila kapal mengalami kendala di tengah laut, tim Call Center 112 dapat segera mengirim petugas untuk memberikan pertolongan secara cepat.***