Ia juga menekankan, bahwa DJTD bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan mengandung nilai-nilai penting yang harus dipahami dan diaplikasikan oleh peserta.

Pendiri LPM Retorika, Abd. Kadir, mengingatkan peserta akan sejarah panjang perjuangan LPM.

Ia berharap, melalui DJTD, peserta dapat mengembangkan nalar kritis yang konstruktif.

"Kami ingin membentuk nalar kritis mahasiswa demi membangun kampus yang lebih baik," tegas Abd. Kadir.