Seorang mahasiswa UNIBA Madura yang meminta identitasnya dirahasiakan turut menyampaikan keprihatinannya terkait menurunnya jumlah penerima KIP.
Ia menyayangkan kebijakan kampus yang hanya mengajukan penerima dari skema 1, sehingga tidak menjangkau seluruh mahasiswa yang membutuhkan bantuan tersebut.
“Kampus seharusnya lebih aktif memperjuangkan hak mahasiswa, terutama yang benar-benar membutuhkan. Mengapa hanya skema 1 yang diajukan? Apakah ini sudah maksimal?,” katanya saat diwawancara wartawan, Senin, 13 Januari 2024 kemarin.
Mahasiswa tersebut juga menyoroti transparansi dalam pengelolaan data penerima KIP, seraya berharap ada upaya lebih serius dari pihak kampus untuk memastikan program ini dapat dirasakan oleh lebih banyak mahasiswa yang membutuhkan.***