Namun, Syamsul Bahri, anggota Sumenep" class="inline-tag-link">DPRD Sumenep dari PKS untuk Dapil 8, membantah hal tersebut.
"Bismillah, sekadar klarifikasi bahwa tidak ada Tenaga Ahli (TA) anggota Sumenep" class="inline-tag-link">DPRD Sumenep saat ini. Pernyataan akun tersebut sepenuhnya atas nama pribadi," ujar Syamsul pada wartawan, Kamis (2/1/2025) malam.
Ia juga menyayangkan tindakan tersebut dan berharap masalah seperti ini diselesaikan melalui diskusi.
Di sisi lain, Ketua Himpunan Mahasiswa Kepulauan Sapeken Sumenep (HIMPASS), Faisal Islami menegaskan, bahwa pihaknya tetap berkomitmen mendesak Sumenep" class="inline-tag-link">DPRD Sumenep mengambil tindakan tegas terhadap akun tersebut.
"Kami meminta Badan Kehormatan Dewan (BKD) untuk mengevaluasi salah satu anggota DPRD yang diduga mencoreng citra mahasiswa dan DPRD melalui media sosial," ungkap Faisal.