SUMENEP, MaduraPost - Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar, menyampaikan pandangannya mengenai Sumenep" class="inline-tag-link">Hari Jadi ke-755 Kabupaten Sumenep sebagai momen refleksi dan penguatan kearifan lokal dalam memajukan perekonomian daerah.
Di mana, ada prosesi Arya Wiraraja dan Kirab Budaya bertajuk Ke’ Rangke’ Kakonengan menambah semarak Hari Jadi Sumenep yang menggugah kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan budaya lokal, Minggu (27/10) malam.
Menurut H. Fajar, Sumenep" class="inline-tag-link">Hari Jadi ke-755 Kabupaten Sumenep bukan hanya sekadar perayaan tahunan, namun sebuah kesempatan untuk merefleksikan bagaimana sejarah dan budaya daerah dapat menjadi landasan kuat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya melestarikan warisan budaya sembari menggerakkan sektor ekonomi lokal.
"Hari Jadi ke-755 ini bukan hanya momentum kebanggaan, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa budaya dan sejarah adalah modal utama bagi kemajuan ekonomi di Sumenep. Dengan menghargai nilai-nilai leluhur, kita bisa membangun ekonomi yang berdaya saing," ungkap H. Fajar, Senin (28/10).