Logo yang terpilih memiliki elemen kubah Asta Tinggi sebagai fokus utama, dengan aksen tulisan yang mencerminkan tema “Ngopene Songennep".

Menurut Ibnu, elemen ini dipilih karena mencerminkan filosofi utama dari tema yang diusung.

"Setelah proses seleksi yang ketat, kami memilih logo ini karena sesuai dengan filosofi tema yang dipilih," tegasnya.

Choirur Rahman, pemenang sayembara tersebut menjelaskan, bahwa proses pembuatan logo ini memerlukan penelitian yang mendalam, terutama dalam menyesuaikan elemen kubah Asta Tinggi dengan tema “Ngopene Songennep".

“Memilih kubah Asta Tinggi sebagai simbol utama bukanlah hal yang mudah. Saya melakukan banyak riset untuk memastikan desain ini sesuai dengan makna filosofi yang diusung,” ujar Rahman.