Makanya dengan metode ini kita menginisiasi agar tidak ada bullying terhadap anak di sekolah," kata Agus saat diwawancara media, Rabu (28/8).

Agus mengaku, bimbingan teknis tersebut sebenarnya adalah tindak lanjut dari program Sekolah Ramah Anak yang digagas belum lama ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Sumenep" class="inline-tag-link">Disdik Sumenep, Akhmad Fairusi menambahkan, bahwa kegiatan tersebut digelar demi menekan adanya kekerasan seksual dan keseteraan gender kepada anak di sekolah.

"Kegiatan Bimbingan Teknis Sekolah Responsif Gender ini dipelopori oleh Kabupaten Sumenep," jelas Fairusi.