Sebab, kata Ibnu, pembangunan tugu keris yang merogoh anggaran Rp2,5 miliar itu adalah investasi kebudayaan.
"Jadi bedakan antara investasi dagang dan investasi kebudayaan. Memang secara kalkulasi uang yang dikeluarkan untuk tugu keris ini tidak kembali. Tetapi, sekali lagi ya, hingga puluhan tahun setelahnya akan memberi dampak yang positif," kata Ibnu memaparkan.
"Dari sisi brandingnya, dan impact perekonomian di kalangan pengrajin keris. Jadi saya mendukung ide cerdik Sumenep" class="inline-tag-link">Bupati Sumenep," timpal Ibnu lebih lanjut.***