"Dinsos itu hanya salah satu pilar kecil saja yang memberikan Bansos kepada orang miskin," kata Dzulkarnaen saat dihubungi media ini melalui sambungan teleponnya, Rabu (1/11) pagi.
Pihaknya menjelaskan, penyaluran Bansos kepada warga miskin tidak hanya melalui Dinsos P3A saja, melainkan dari dinas lain, seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat.
"Ada juga dinas perikanan kalau berbicara soal nelayan, dan soal UHC di dinas kesehatan. Itu semua kan untuk orang tidak mampu, jadi tolonglah diubah mindset bahwa kemiskinan itu bukan hanya ranahnya Dinsos P3A, tetapi pemkab yang dalam hal ini sebagai dapur kebijakan di Bappeda," kata dia menjelaskan.
Menurutnya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep lah yang memiliki peran penting dalam mengkonsep soal pengentasan kemiskinan itu.
"Jadi dari segi apa saja, apakah dia kekurangan alat pertanian, ya pastinya DKPP. Kalau misalkan kurang mampu, ya masuklah Dinsos P3A. Lalu kalau di bidang nelayan, ya masuk dinas perikanan," kata Dzulkarnaen.