"Kebanyakan, para warga binaan dikirim oleh keluarganya saat dibesuk," kata Ridwan pada MaduraPost, Rabu (11/10).
Secara SOP yang diterapkan, Ridwan menjelaskan, para keluarga dari warga binaan di Sumenep" class="inline-tag-link">Rutan Kelas IIB Sumenep mendapatkan pengawalan ketat.
Pasalnya, ia tidak ingin insiden buruk terulang kembali di Sumenep" class="inline-tag-link">Rutan Kelas IIB Sumenep, seperti yang pernah terjadi beberapa tahun silam.
Di mana, ada sebuah kasus yang cukup urgent, saat itu. Kasus tersebut yakni ditemukannya sebuah obat-obatan yang dikirim oleh keluarga warga binaan dan lolos pengawasan petugas.