Mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) melihat langsung kegiatan ini.
“Pelajar dilibatkan di kegiatan ini guna memberi pemahaman tentang seni dan prosesnya seperti pembuatan keris, batu akik, perus, bonsai hingga seni ukir, sehingga mereka memahami dan mencintai yang pada akhirnya menjaga dan melestarikannya,” kata Bupati Fauzi menerangkan.
Pihaknya juga mengapresiasi semua paguyuban yang terlibat dalam kegiatan itu.
Menurutnya, acara ini bukan sekedar kontes dan pameran saja, melainkan sebagai media edukasi bagi generasi muda.
“Melalui acara ini bisa mempererat hubungan di antara para pecinta keris, akik, pirus, yaman, bonsai, dan ukir, sekaligus menginspirasi masyarakat. Khususnya generasi muda untuk aktif melestarikan budaya dan seni di daerah,” pungkasnya.***