"Semua kebutuhan poli dilayani, dari mulai mata sampai kulit tetap kita layani. Tapi biasanya, yang rutin adalah pasien-pasien yang memiliki penyakit dalam, seperti diabetes dan syaraf. Itu yang kita coba layani di hari libur lebaran dan cuti bersama," ujar Arman lebih rinci.
Di sisi lain, ada sejumlah kriteria kunjungan pasien yang biasanya terjadi setiap Hari Libur Lebaran Idul Fitri. Sebab itu, Arman mengaku sudah menyiapkan hal-hal yang nantinya pasti terjadi di rumah sakit.
"Angka-angka kunjungan pasien rawat inap pada hari raya atau Bulan Syawal nantinya, biasanya akan banyak ketika setelah hari raya," ucap dia.
"Bisa jadi karena pola makan kita yang berubah atau bergeser kembali sehingga tubuh bisa kaget atau apa yang mengharuskan semua orang nantinya menjadi rawat inap. Kami juga mengantisipasi, pasien-pasien yang (meskipun ini tidak kami harapkan, red) saat itu merayakan hari raya dengan petasan dan terjadilah sesuatu yang tidak diinginkan. Jadi hal-hal yang seperti itu kami antisipasi," kata Arman lebih lanjut menguraikan.***