“Jika mau di Wabup, tinggalkan sebagai Ketua Kadin atau yang lainnya, dari itu baru akan nampak kinerjanya ketika fokus pada satu titik, dimana tempat yang hendak diseriusi," ujarnya.

"Di samping itu beberapa hari lalu, saat audit audiensi, kami menanyakan soal anggaran pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sumenep, Wabub sebagai Ketua Tim Pengentasan Kemiskinan tidak bisa menjawab," katanya lebih lanjut.

Hanya saja, hingga berita ini diterbitkan, Wabup Dewi Khalifah belum merespon tentang pernyataan Sumenep" class="inline-tag-link">aktivis Sumenep tersebut.

Sebab, saat dihubungi MaduraPost baru-baru ini melalui sambungan selularnya belum ada jawaban meski nada tunggu teleponnya berdering.***