Diketahui, beberapa waktu sebelum masuk bulan ramadan lalu, sejumlah mahasiswa asal Pulau Kangean melakukan unjuk rasa di depan kantor Pemkab Sumenep.
Unjuk rasa ini digelar dua kali oleh elemen mahasiswa, mereka mendesak Pemkab Sumenep menyediakan kapal tambahan selama Ramadan dan masa mudik lebaran.
Desakan itu disampaikan karena mereka khawatir kapal yang biasa beroperasi tidak memadai. Lebih-lebih kapal DBS I dan III saat itu belum beroperasi.
Tak cukup melalui aksi demonstrasi, kekhawatiran itu juga disampaikan melalui forum audiensi dengan Bupati Sumenep Achmad Fauzi.
Sebab itu, program mudik gratis bagi warga kepulauan itu rencananya akan dimulai dari H-9 hingga H-2 lebaran atau selama satu minggu ful.