PAMEKASAN, MaduraPost - Dalam unjuk rasa menolak Fattah Jasin sebagai Kandidat Wakil Bupati Pamekasan, Senin (31/1) kemaren, pengunjuk rasa dari Mabes N.G.O tidak hanya sebut pihak Partai Koalisi Berbaur sebagai pelacur politik, penjual intelektualitas dan harga diri rakyat Pamekasan.

Akan tetapi juga mengucapkan Innalillahi Wainna Ilaihi Roji'un terhadap matinya nurani dan kecerdasan Bupati Baddrut Tamam dan 45 Ekor DPRD Pamekasan dalam memilih Kandidat Wabup Inport (Fattah Jasin) yang diduga masih tersandung kasus korupsi.

"Kerena mereka (Bupati dan DPRD Pamekasan, red) sudah sepakat menukar kehormatan Kabupaten ini dengan uang mahar politik yang hanya sanggup diberikan oleh Fattah Jasin sesuai permintaan mereka (45 anggota DPRD Pamekasan)," kata Presiden Mabes N.G.O Abdus Salam Marhaen dalam orasinya.

Ia juga mengatakan terkutuklah Bupati dan DPRD Pamekasan karena telah msnghianati Alm. Raja'i dan terkutuklah mereka karena telah abai dan tidak bisa menjaga marwah rakyat Pamekasan. Hebat Bupati Baddrut Tamam kata dia, karena untuk melahirkan Wakil Bupati di Kabupaten ini saja tidak bisa.

"Intinah, cak madhuranah Bupati Baddrut Tamam kun hebat colo'én, otégah mate (Intinya, bahasa maduranya Bupati Baddrut Tamam hanya hebat mulutnya, otaknya mati)," tegas Abdus Marhaen (akrab dikenal).