"Pihak Rektorat tidak mampu menyelesaikan malah menghilang dan seakan-akan menutup mata atas kericuhan ini," katanya saat ditemui Awak Media ini.
Sementara Taufiqurrahman selaku Mahasiswa setempat juga mengungkapkan, bahwa kericuhan ini terjadi disebabkan pihak Pektorat tetap ingin melaksanakan Pemilihan Presma 2021. Padahal kata dia, KPUM & PANWASLU sudah melakukan berbagai pelanggaran yang berorientasi pada kecurangan.
"Mirisnya, pihak Rektorat malah membenarkan atas tindakan KPUM & PANWASLU tersebut selama ini, dan hal itu sangat jelas bahwa disitu terindikasi kecurangan yang terstruktur," ungkapnya.
"Pihak rektorat sekarang sudah satu ranjang dengan KPUM & PANWASLU. Oleh karena itu saya tetap menuntut untuk memberangus dan membubarkan MM, KPUM dan PANWASLU yang saat ini menjadi lingkaran hitam dikampus UIM Pamekasan," pungkasnya.