Dengan jawaban dan nada lesu, Jakfar mengaku pasrah dan ikhlas terhadap pihak yang memberikan kritik dan cacian yang dialamatkan kepada pihak instansinya maupun secara personal.
“Yang membuat (patung sumekar, red) itu bukan saya, karena rusak dan kondisinya begitu, ya harus diperbaiki,” kata Jakfar saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp-nya pada sejumlah media baru-baru ini.
Menurut Jakfar, rusaknya patung 'Kuda Terbang' bukan lantas kesalahan seluruhnya berada pada dirinya. Setengah hati, seolah ia juga hendak menyindir mantan Kepala Dinas PRKP dan Cipta Karya sebelumnya yakni, Bambang Irianto, yang saat ini tengah menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep.
"Yang paling bertanggung jawab atas pembuatan patung (Kuda Sumekar atau Kuda Terbang, red) keemasan yang selama ini dijadikan lambang Kabupaten Sumenep," ucapnya.
“Yah takdir saya jadi bagian perbaikan-perbaikan dan kadang kena caci. Tidak apa-apa, bismillah melayani adalah tugas kami,” timpal Jakfar.