PAMEKASAN, MaduraPost - Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya (Kadisdikbud) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur Achmad Zaini terpaksa meninggalkan lokasi unjuk rasa yang dilakukan oleh Dewan Energi Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Dear Jatim) di depan Kantornya, Kamis (16/9/2021)
Hal itu dilakukannya (Kadisdikbud Pamekasan, red) karena peserta aksi demo jilid II tentang dugaan penyimpangan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tersebut tidak menyerahkan datanya seperti dalam surat pemberitahuan aksinya.
Menurut Achmad Zaini, pihaknya meninggalkan pengunjuk rasa itu karena tidak satupun dari mereka membeberkan dan memberikan bukti-bukti adanya dugaan pemungutan BOS SD fee proyek yang dituduhkannya itu. Pengunjuk rasa itu sebut dia enggan memberikan semua data yang dimintanya.
"Saya kira mereka (Demonstran Dear Jatim, red) mau menyerahkan dokumen data seperti dalam suratnya, ternyata tidak. Ya kita tinggalkan lokasi aksi itu," katanya saat ditemui di kantornya sesuai demo.
Pihaknya menjelaskan bahwa semua data yang dibacakan dan audionya diputar itu bukan data penyimpangan. Tetapi kata Achmad Zaini, justru menguatkan apa yang disampaikan dirinya bahwa memang terjadi pengurangan anggaran yang diterima PAUD akibat adanya refocusing anggaran BOP oleh Kementerian.