MaduraPost - Ziyadatut Taqwa sebuah pesantren yang terletak tak jauh dari kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, bisa dikatakan juga ada di tengah-tengah perkampungan tepatnya, dusun Asem- Larangan Tokol- Pamekasan. Karena letaknya tak jauh dari kampus IAIN Madura tak patut di pungkiri santri yang mondok di pesantren ini rata-rata mahasiswa dari pulau Madura ada juga yang dari luar Madura. Meskipun yang nyantri di pesantren ini rata-rata Mahasiswa, namun pesantren ini bukan untuk mahasiswa siapa saja boleh nyantri di pesantren.
Sekilas Pondok pesantren Ziyadatut Taqwa didirikan oleh sosok kyai muda Mohammad Afiful khoir, bin Kh.Ahmad Zayyadi. Ia lahir di kadur Pamekasan, sejak kecil beliau belajar ngaji kepada ibunya Ny. Subaihah, dan belajar kitab kepada ayahnya KH..Zayyadi, sebelum beliau menimba ilmu ke Pesantren Sidogiri-Pasuruan- Jawa Timur.
Kehadiran pondok ini mengalir begitu saja tanpa adanya rencana dari beliau. Setelah beliau meyelesaikan studi Magister (S2) di UIN SUNAN AMPEL SURABAYA, beliau kembali kekampung halamanya dan dinikahkan dengan sepupunya Ny. Wasilatul bariroh alumni pondok pesantren Nurul Qur’an Kraksaan Probolinggo.
Beliau mengawali karirnya dengan membantu ayahnya sembari ia mengabdikan dirinya dengan menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi di Pamekasan, seperti Universitas Islam Madura, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Khairat Pamekasan dan STAIN Pamekasan yang sekarang menjasi IAIN Madura. Berbekal sepetak tanah yang beliau membuat cangkruk, kalau kata orang Madura disebut dengan istilah ger-langgeren yang terbuat dari anyaman bamboo yang dijadikan tempat istirahat ketika beliau pulang dari tempat majlis. Dan dari sebuah cangkruk inilah menjelma pondok pesantren putra dan putri.
Lingkungan yang tandus dikelilingi rawa sedikit jauh dari perkampungan, sulit air, tidak menyurutkan niat para santri pertama yang berjumlah sembilan orang untuk kerasan ngaji kepada beliau. Tahun demi tahun santri mulai banyak berdatangan sehingga menuntut pula pengembangan sarana dan sarana yang memadai seperti yang tampak pada sekarang ini, seiring bertambahnya santri menjadikan beliau untuk fokus pada pengembangan pesantren, mengabdikan diri untuk para santrinya serta mulai melepas pengabdian di kampus yang ia jalani sebagai titian karirnya. pondok ini kemuduan diberi nama pondok pesantren Ziyadatut Taqwa.