Disisi lain, Tokoh Agama dari Asal Kabupaten Sampang, yaitu Gus Khoiron Zaini, dikutip dari video yang beredar mengkritisi kebijakan Wali Kota Surabaya tersebut, menurutnya, sangat gegabah dan tidak berkoordinasi dengan Bupati Bangkalan, maupun Bupati yang ada di Pulau Madura, sementara mau menghentikan wabah, tetapi dengan kebijakan walikota Surabaya, mengakibatkan macet dan kerumunan, dia menilai, justru mengakibatkan penyebaran wabah covid-19 baru.
“ Seharusnya, Walikota Surabaya itu harus mempertimbangkan semua aspek, jangan gegabah, sebelum melakukan itu harusnya Bupati Bangkalan, dan Para Bupati di Madura diberitahu, agar tidak terjadi antrian panjang yang merugikan Masyarakat “. Katanya.
Jika tidak gegabah, tidak mungkin mengakibatkan antrian panjang dan kerumunan warga, Masyarakat Madura melintas ke Surabaya tentu memiliki kepentingan, akibat kebijakan tersebut, Masyarakat sangat dirugikan, tidak hanya waktu, mereka juga ada yang mau berobat dan lain sebagainya, apa itu tidak dipertimbangkan ?.
“Akbat itu, Masyarakat Madura sangat dirugikan, ada yang kepentingan bisnis, ada kepentingan berobat dan lain-lain, hal ini siapa yang dirugikan, lagi-lagi Masyarakat toh “. Dengan nada kesal.