"Maka oleh karena itu, saya berharap kepada penegak hukum agar proyek yang sepertinya asal-asalan ini ditindaklanjuti. Karena kami sebagai warga tidak bodoh-bodoh amat masalah proyek," tegasnya.

Kepala Desa setempat Tabrani kepada Wartawan membenarkan kalau proyek tersebut milik desa dan ia seraya membenarkan kalau material proyek tersebut tidak menggunakan material beton seperti biasanya.

"Ia mas proyek itu proyek DD, dan saya minta maaf kalau menurut mas proyek itu tidak sesuai," ucapnya.

Sementara itu, mengetahui realisasi proyek tersebut sepertinya tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada, salah seorang aktivis anti korupsi dari Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPUR) Zainal Seninggih mengatakan dengan tegas, kalau pihaknya akan segera melaporkannya ke penegak hukum.