SAMPANG, MaduraPost - Nenek Merdinep (60) Warga Dusun Bunut, Desa Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang hidup sebatangkara dan tinggal di rumah yang sangat tak layak huni, hingga butuh perhatian pemerintah

Nenek Mardinep tinggal sendirian pada sebuah kediaman yang beralaskan tanah tak rata, di kelilingi kayu-kayu lapis yang mulai rapuh terkikis usia diselingi anyaman bambu yang telah menua, juga atap genting yang sudah miring, sebatang kara ia berjuang demi bertahan hidup, hanya untuk makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Untuk kebutuhan makan sehari-hari pun, Mbah Mardinep hanya mengandalkan pemberian dari tetangganya saja, karena tak memiliki sanak keluarga lagi. Suami Mbah Mardinep sudah lebih 15 tahun meninggal dunia dan tidak memiliki keturunan.

Dengan ketabahan dan kesabarannya yang luar biasa, Mbah Mardinep tinggal dan bertahan hidup di dalam gubuk tersebut. Selama ini dia masak dengan tungku tanah liat. Dia mengandalkan ranting dan dahan kayu untuk menyalakan api.

Dia mengaku setiap malam kedinginan karena angin masuk dari segala penjuru rumah yang berlubang. Saat hujan, air masuk dalam rumah karena banyak atap yang bocor.