Menurutnya, debat putaran ketiga itu tidak jauh beda dibandingkan dengan yang pertama. Pasalnya, penggunaan bahasa daerah (Madura) tetap dijaga, dan bahkan sering dipakai dibeberapa sesi terakhir debat.
"Debat hari ini sebenarnya sama dengan yang kemarin, kita bahkan lebih banyak menggunakan bahasa Madura di dua sesi," ujarnya.
Pihaknya juga menerangkan, apabila konsep KPU Sumenep dalam mensukseskan debat kandidat tersebut sangat penting di mata masyarakat. Apalagi tetap menjaga kearifan lokal yang ada, seperti penggunaan bahasa Madura.
"Ini membuktikan bahwa KPU ingin Paslon menguasai bahasa Madura," tandasnya.