“H-2, tempat digagalkan, dan itu membuat kami sempat frustasi, tapi kami masih cari alternatif akhirnya ada tempat yang bersedia menampung kegiatan kami” ujar Mahrus.

Disamping itu, kegiatan rayon memang sempat stagnan akibat pandemi covid-19, namun hal itu ditepis dengan terselenggaranya PKD (mandiri) Sabara, Rayon persiapan Sakera.

“sejak pandemi, agenda kami tidak maksimal, akhirnya kami membuat terobosan baru, selain melaksanakan PKD kami juga memberikan santunan untuk anak yatim dan duafa sebanyak 15 paket sembako” ungkap Vicky, ketua rayon Persiapan Sakera.

Dirinya juga menabahkan, kepengurusan Rayon Persiapan Sakera membuktikan bahwa kuantitas pengurus dan anggota tidak menyurutkan semangatnya dalam melanjutkan jenjang kaderisasi di PMII.