PAMEKASAN, Madurapost.id - Bantuan Mobil Sigap dari pemerintah daerah kabupaten Pamekasan disambut baik oleh masyarakat karena akan memudahkan mobilitas pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

Namun polemik bermunculan karena adanya mobil SiGAP dianggap tidak sesuai dengan kreteria yang disampaikan Pamekasan" class="inline-tag-link">Bupati Pamekasan dan terkesan sarat manipulasi dan korupsi.

Bahkan Program Pamekasan Call Carr (PCC) yang digagas Bupati Baddrut Tamam dianggap semakin membuat ribet masyarakat dan pemerintah desa untuk melayani masyarakat.

Branding Batik dan foto Bupati Baddrut Tamam Bersama Wakil Bupati Raja'e di mobil SiGAP dianggap oleh sebagian masyarakat terlalu narsis. Sehingga ada sebagian branding Foto Bupati dan Wakil Bupati di ganti.

Berdasarkan Pantauan MaduraPost, Terdapat sejumlah mobil SiGAP yang diganti dari desain awal terutama branding foto Bupati dan Wakil Bupati dengan alasan branding yang lama terkelupas karena kualitas jelek.