PAMEKASAN, Madurapost.id - Pihak Disperindag Pamekasan diduga telah gelap hati dan tutup mata terkait nakalnya para pemantau tembakau yang gajinya berasal dari APBD Kabupaten Pamekasan.

Pasalnya sejak tanggal 1 September 2020 sampai sekarang, masih banyak pamantau temabakau yang keluyuran pada saat jam tugas, artinya hanya datang pagi untuk absen dan baru kembali pada sore hari.

Hal itu terjadi karena tidak adanya ketegasan dan pengawasan yang jelas dari pihak Disperindag" class="inline-tag-link">team pengawas Disperindag terhadap para pemantau tembakau setiap harinya, sehingga terkesan buang-buang anggaran saja.

Menurut politisi partai Gerindra Pamekasan Khairul Kalam, jika benar demikian, para pemantau sama halnya memakan gaji buta, Disperindag hanya buang-buang anggaran saja dan itu sama halnya merugikan Negara.

"Disperindag rugi menggaji mereka jika faktanya para pemantau lalai dalam tugasnya, karena tidak sedikit teman- teman pemantau yang hanya keluyuran saat jam tugas," ujarnya, Senin (14/09/2020).