Menanggapi hal tersebut, salah seorang petani tembakau yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, sangat lucu apa bila pihak DISPERINDAG baru akan mulai pemantauannya besok, sedangkan gudang sudah melakukan transaksi mulai kemaren bahkan kalau di daerah pantura sudah beberapa hari yang lalu sudah dilakukan transaksi.
"Hal itu menunjukkan sikap Pemkab yang tidak serius dalam membela petani, masak gudang sudah melakukan pembelian tapi pemantauan belakangan, ini kan lucu. Trus masalah harga ini sangat menjadi pertanyaan besar, sedangkan harga dari salah satu gudang katanya Rp 31 ribu sampai Rp 37 ribu, tapi kenapa harga yang di bawah hanya dibeli dengan harga belasan ribu saja, paling tinggi hanya di beli Rp 30 ribu, kalau seperti ini nyungsep para petani," ucapnya geram. (Mp/nir/uki/rus)