"Tembakau ini kan bisnis. Sehingga antara petani dan pabrikan harus sama-sama saling diuntungkan," paparnya.
Di samping regulasi yang jelas, dia menerangkan petani juga harus berhimpun dalam satu wadah koperasi. Sebab, lewat koperasi antar sesama petani akan memiliki saham yang diikat dengan sistem dan orientasi yang jelas.
"Sejauh ini, mereka (petani, red) kan sendiri-sendiri. Apabila terus demikian, masalah ini akan tetap berulang setiap tahun," tuturnya.
Untuk mewujudkan tata kelola koperasi petani, ia menjelaskan, struktur kepengurusan dimulai dari ketua hingga anggota harus diisi oleh orang-orang yang kompeten dalam bidang pemasaran.