PAMEKASAN, MaduraPost - Proyek rehabilitasi gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) 8 Pamekasan yang berada di Jalmak Kabupaten Pamekasan diduga tidak sesuai spesifikasi sehingga menjadi polemik pada beberapa elemen masyarakat.
Pantauan MaduraPost, ada beberapa hal yang janggal pada proses pembangunannya, seperti terlihat menggunakan genteng bekas, plester hanya sebagian yang dikelupas, tidak jelas berapa dan dari mana anggarannya karena tidak ada papan informasi sebagai transparansi publik di lokasi
Menurut Kepala Sekolah SMP 8 Abdul Qodimul Azal pada saat ditemui oleh sejumlah awak media mengatakan, bahwa dirinya tidak begitu paham masalah itu, karena pihaknya mengikuti apa yang menjadi arahan konsultan.
"Saya tidak sebegitu paham mas, saya hanya sekedar mengetahui saja dan kami mengikuti apa yang menjadi arahan dari konsultan saja," katanya.
Disoal mengenai penggunaan genteng bekas dan sebagian kayu lama yang masih dipakai ia mengatakan, kalau masalah genteng itu memang di RAB itu harus pakai yang baru dan kalau masalah sebagian kayu lama itu dipakai karena ikuti konsultan.