PAMEKASAN, Madurapost.id - Kabupaten Pamekasan pada akhir-akhir ini dirundung pilu, berbagai persoalan mengguncangnya dan berbagai konflik di pemerintahan, baik di legislatif maupun ekskutif.
Seperti dimulainya anggaran dana Covid-19 yang jumlahnya puluhan miliar. Sehingga membuat para pegiat sosial dan para aktivis mempertanyakan akuntabilitasnya, apakah anggaran tersebut tepat guna?
Belum usai persoalan tersebut, masyarakat kembali digegerkan dengan adanya salah satu anggota dewan yang tiba-tiba melakukan sidak ke lokasi mobil SiGAP yang dianggapnya siluman. Sebab pada dasarnya anggaran tersebut seharusnya berupa uang yang langsung ditransfer ke rekening desa.
Kemudian adanya dua persoalan itu terjadilah berbagai anggapan dan dugaan ditengah-tengah masyarakat, sehingga DPRD yang sejatinya merupakan perwakilan dari masyarakat menggunakan haknya yaitu interpelasi.
Akan tetapi sampai saat ini interpelasi tersebut belum juga jelas tindak lanjutnya. Interpelasi belum selesai, lagi-lagi masyarakat, tokoh agama, ulama' dan legislatif serta ekskutif digegerkan dengan kejadian pesta narkoba di resto kafe Wira Raja.