"Masyarakat tidak tahu menahu terkait Bumdes, sebab Desa pada saat Musyawarah Desa (Musdes) hanya mengundang orang-orang loyalis Kepala Desa (Kades) saja," terangnya, saat dikonfirmasi di waktu yang sama.

Andika menerangkan, bahwa pengurus BUMDes sendiri tak pernah memberikan sosialisasi terhadap masyarakat. Ditambah sejak tajun 2018 pengurus tak pernah menempati kantor BUMDes.

"Buktinya kan sudah nyata, kantor BUMDes-nya hanya bangunan yang berdiri kokoh tanpa ada aktifitas dari pengurus BUMDes," paparnya.

Disamping itu, Kepala Bidang Pemerintah Desa (Kabid Pemdes) Dinas Permusyawaratan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, menegaskan, apabila saat anggaran turun tentu kantor BUMDes seyogyanya ada.