"Awalnya, dari pagi hujan, langit terlihat awan mendung. Namun setelah hujan reda fenomena itu kemudian muncul," kata dia.
Meski begitu, pihaknya mengaku hal itu menjadi anugerah Tuhan. Sebab, jarang-jarang ada bentuk kiasan langit seperti terbelah dan awan berbentuk burung di Desanya.
Baca Juga:Disbudporapar Sumenep Rinci Kemajuan Kunjungan Wisata dari Tahun ke Tahun, Berikut Datanya!
"Ini kuasa Tuhan, tentu tak lupa kita sebagai umat muslim selalu bersyukur atas kuasa Tuhan yang indah ini," terangnya.
Semantara itu, kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Sumenep, Usman, belum bisa menjelaskan perihal fenomena alam yang terjadi itu.