Anggota DPRD Pemprov Jatim itu meminta agar pemerintah terlibat secara langsung dalam proses pengembalian santri ke pesantren. Mulai dari menyiapkan protokol kesehatan, menyediakan alat rapid test dan memberikan pendampingan dalam proses screening.
Proses screening jangan dipasrahkan sepenuhnya kepada pihak pesantren. Sebab banyak pesantren di Jatim yang tidak paham terkait dengan penangananan kesehatan, sehingga harus ada pendampingan dari pemerintah tujuannya agar semua proses tersebut berjalan dengan baik.
"Jika proses pengembalian santri berjalan sukses tanpa membawa virus. Bukan tidak mungkin doa dari 1,1 juta santri akan menjadi ihtiyar batin memerangi covid 19, sehingga kasus Covid-19 di Jatim bisa segera tuntas," pungkasnya. (Mp/zen/kk)
.