Selain Ikhyaul Uman, hal serupa juga dirasakan oleh Joseph peternak ayam petelur asal Desa Karang Penang Oloh, iya juga tidak menampik adanya virus ini mengakibatkan bisnisnya berjalan tidak efektif hingga pendapatannya sangat menurun.

“Dulu sebelum dampak corona ini perhari kita bisa mendapatkan laba bersih sekitar 250 ribu tiap penjualan 15 kilo telur, saat ini paling mentok mendapatkan hasil 100-150 ribu,” paparnya.

“Selain itu stok pakan ayam ditoko biasnya sulit untuk didapat, hal tersebut karena pengiriman biasanya telat yang dari jawa,” pungkas Joseph. (Mp/ron/lam)