Diketahui, hingga saat ini, terminal Arya Wiraraja masih belum memiliki alat untuk mengukur tinggi rendahnya suhu, untuk mendeteksi para penumpang.

"Kami sudah koordinasi dengan Dinkes dan kami juga telah melaporkan pada Dinas Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bagaimana kita mempunyai alat pendeteksi panas itu," katanya.

Kendati demikian, dia mengaku, dalam waktu dekat ini akan berusaha semaksimal mungkin untuk segera mendapatkan alat tersebut.

"Sehingga bagi penumpang yang datang atau mau berangkat melalui terminal ini bisa terdeteksi apakah terkena virus corona apa tidak," pungkasnya. (mp/al/rul)