"sebetulnya saya juga heran, apa pemilik proyek ini sudah tidak punya hati nurani. Makam ditindih begitu saja atau memang pemerintah sudah menutup mata tentang norma masyarakat sehingga tidak peduli itu makam sekalipun," tambahnya.
Di akhir wawancara warga tersebut memberikan sedikit sindiran kepada pemerintah.
Baca Juga:Celoteh Narkoba! Oknum TA DPRD Sumenep Kritik Mahasiswa di Media Sosial, HIMPASS Buka Suara
"mungkin suatu saat kalau sudah namanya proyek pemerintah, meski harus mengobrak - abrik makam maka boleh dilakukan," pungkasnya.(mp/can/zul)