"Pernah ada di bulan Februari penawaran dari distributor, namun harganya cukup mahal. Sehingga apotek yang ada di Sumenep ini tidak membelinya," kata dia.
Pihaknya telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk mendalami kelangkaan masker dan senitizer itu. Ditengarai, faktor merambahnya virus Corona ke Indonesia menjadi alasan utama.
Baca Juga:KPU Sumenep Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Peluncuran Maskot 'Si Busok' untuk Pilkada 2024
"Kami akan terus melakukan penyelidikan, dan tidak akan bergerak sendiri, tentu terus berkoordinasi dengan Dinkes atas kelangkaan alat masker dan senitizer tersebut, serta akan dicari tahu penyebabnya apa," paparnya.