Keterbatasan fasilitas. Ya, hal itu yang membuat Pak guru Avan dengan lapang dada melakukan tugas seorang guru. Sebab, kebanyakan siswa tak memiliki mesin elektronik berupa Handphone (HP) android untuk mengakses belajar dengan sistem online, seperti yang dianjurkan pemerintah.
Memang benar, salah satu penunjang belajar online menjadi salah satu alasan Pak guru Avan harus turun ke rumah-rumah muridnya itu. Jangankan menggunakan laptop, bahkan ada orang tua murid yang belum sanggup membelikan ponsel pada anaknya.
Melihat kondisi ini, Pak guru Avan merasa tidak ingin menambah beban di tengah keadaan covid-19. Akhirnya, salah satu cara yakni memilih untuk mendatangi rumah para muridnya satu persatu.