"Diharapkan, dengan adanya buku ini bisa menjadi panduan sosialisasi bagi pengurus pondok pesantren, masjid dan musholla, agar memahami wabah Covid-19, dalam rangka memberdayakan masyarakat untuk langkah-langkah pencegahannya. Karena, di Kabupaten Sumenep jumlah pondok pesantren sebanyak 387 lembaga, 1.560 masjid, dan 3.317 musholla," ungkap Bupati Busyro, pada Peluncuran (Launching) Buku atau Kitab Fiqh Covid-19 di Rumdis Bupati, Selasa (19/5).


Pihaknya menjelaskan, jika panduan buku itu bisa menciptakan pandangan yang sama memahami covid-19 di antara pengurus pondok pesantren, masjid dan musholla, termasuk organisasi keagamaan, baik Nahdlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah.