Workshop Kurikulum Jenjang SD Meliputi Tiga Unsur, Disdik Sumenep Undang Guru di 27 Kecamatan

  • Bagikan
Kantor Dinas Pendidikan Sumenep. (Istimewa)

SUMENEP, MaduraPost – Kasi Kurikulum dan Penilaian Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Suhardi, tegaskan pelaksanaan Workshop Kurikulum Jenjang Sekolah Dasar (SD) berjalan baik.

Acara tersebut dilaksanakan dua kali selama sepekan, dimulai dari tanggal 4, 5 dan 6 Oktober 2021, diikuti kepala sekolah dan pengawas SD. Berikutnya tanggal 7, 8 dan 9 Oktober 2021 diikuti oleh guru kelas sekolah dasar perwakilan dari 27 Kecamatan.

Dia mengungkapkan, materi workshop sendiri berupa pendalaman terkait kurikulum darurat jenjang SD, dan Baca Tulis Al-Quran (BTQ), perangkat pembelajaran di masa pandemi, serta perangkat dalam membuat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk program tahunan, Rencana Program Pembelajaran (RPP) semester dan RPP bagi guru setiap melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

BACA JUGA :  Disdik Sumenep Akui Banyak Sekolah Kejar Akreditasi, Isi Data Tidak Sesusai Fakta di Dapodik

“Jadi, ketiga unsur dari masing-masing kecamatan tersebut bisa membuat tim untuk menyampaikan materi workshop kepada yang lain, sehingga target akhir Oktober 2021 ini semua guru, kepala sekolah hingga pengawas di masing-masing kecamatan sudah menerima materi kurikulum tersebut,” urainya.

Terpisah, District Facilitator (DF) Inovasi Kabupaten Sumenep, Cahyadi Wahyono menejelaskan, pihaknya sangat mendukung kerja sama yang dilakukan bersama Disdik Sumenep, khususnya dalam melaksanakan kurikulum darurat di masa pandemi. Setidaknya modul orang tua lebih bisa diterapkan, di samping modul untuk guru dan siswa.

Pihaknya menerangkan, Disdik Sumenep telah melakukan kegiatan penguatan kurikulum, selain tersampaikan pentingnya pemenuhan perangkat pembelajaran dari tingkat guru, kepala sekolah hingga pengawas, juga ada penyampaian penerapan modul guru, modul siswa dan modul orang tua.

“Ini akan lebih komplit dalam upaya meningkatkan kemampuan pembelajaran siswa di masa pandemi, karena penerapan analisa pembelajaran yang tepat dengan segala perangkatnya akan memudahkan pula penerapan pembelajaran di kelas dan sekolah,” paparnya.

BACA JUGA :  Disdik Sumenep Larang Guru Mengajar Jika Belum Divaksin

Selama pandemi, sambungnya, pembelajaran yang dilakukan lebih banyak Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), sehingga peran orang tua akan lebih besar. Sedangkan kasusnya, banyak orang tua yang kurang mengerti bagaimana mendampingi anak dalam belajar.

Dia memaparkan, dengan adanya tambahan modul orang tua yang disertai asesmen diagnostik ke siswa dan juga ke wali murid atau orang tua akan ada peningkatan kepedulian dan peningkatan pengertian tentang pendampingan pada pembelajaran putra putrinya, serta mampu meningkatkan hasil belajar selain juga prosesnya.

“Penerapan pembelajaran dengan penggunaan modul guru, modul siswa dan juga modul orang tua akan lebih tertata dengan maksimal. Harapannya ketika benar-benar terlaksana akan berdampak pula pada kepedulian para orang tua tentang pembelajaran yang berlangsung,” terangnya.

BACA JUGA :  Surat Edaran Disdik Sumenep Terkait Isu Penculikan Anak Disayangkan Kapolres Sumenep

Melalui pelatihan ini, katanya, diharapkan semua guru dapat melakukan dan didukung oleh kepala sekolah serta terpantau oleh pengawas. Sekaligus, pemenuhan perangkat ini akan terus terpantau dan terkoordinasikan bersama Dinas Pendidikan, sehingga keterlaksanaan kurikulum khusus sesuai keputusan Kepala Balitbang Nomor 018/H/KR Tahun 2020 yang di dalamnya menerangkan tentang penyederhanaan Kurikulum Darurat (KD) dan lebih memfokuskan pada KD esensial akan lebih tertata.

“Sangat yakin dengan terlaksananya Workshop Penguatan Kurikulum ini, pelaksanaan penerapan kurikulum khusus akan semakin tertata, demikian juga penerapan pelaksanaan modulnya, sehingga akan meningkatkan proses dan hasil pembelajaran pada peserta didik,” tandasnya.

  • Bagikan