Usai Gelar Demo, Cipayung Plus Audiensi di DPRD Pamekasan

Avatar
Beberapa perwakilan anggota Cipayung Plus saat gelar audiensi di DPRD Pamekasan (Mohammad Munir).

PAMEKASAN, MaduraPost – Perwakilan anggota Cipayung Plus (GMNI, PMII dan IMM) dan Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar audiensi bersama Disperindag, Dinsos dan Kabag Perekonomian.

Kegiatan yang bertempat di Ruang Paripurna DPRD Pamekasan, pada (18/4) kemaren itu merupakan tindak lanjut dari aksi demo sebelumnya perihal penolakan harga BBM Pertamax, minyak goreng dan PPN.

“Audiensi itu merupakan tindak lanjut dari aksi demonstrasi kita yang kemaren, karena ada permasalahan yang belum menemukan titik temu pada aksi yang kita laksanakan pada tanggal 14 April kemaren,” kata Taufikur Rahman selaku Ketua DPC GMNI Pamekasan, Selasa (19/4/2022).

BACA JUGA :  Warga Dempo Barat Pasean Temukan Gua Misterius Berusia Ratusan Tahun

Lebih lanjut Taufikur Rahman mengatakan, kalau dalam audiensi itu pihaknya meminta pihak Disperindag menyediakan stok minyak goreng curah bersubsidi yang kemudian disebarkan di beberapa Kecamatan di Kabupaten Pamekasan guna menstabilisasi harga pasar yang melambung tinggi.

“Kami juga meminta supaya Disperindag bersama DPRD Pamekasan rutin melaksanakan sidag di Pasar-pasar yang tersebar di Kabupaten Pamekasan untuk memastikan tidak ada kelangkaan ataupun kelebihan stok minyak goreng di titik tertentu di Kabupaten Pamekasan,” terangnya.

“Dan yang terakhir kami meminta kepada Pemkab untuk memberikan bantuan kepada keluarga kurang mampu yang tidak masuk penerima program BLT pusat,” ucapnya saat menemui Wartawan Media ini.

BACA JUGA :  Pasien Positif Corona di Pamekasan Menjadi 10 Orang, Pakong dan Pegantenan Zona Merah

Sementara Ach. Syaifudin selaku Kadisperindag Pamekasan menyatakan, bahwasanya penyediaan minyak goreng curah bersubsidi pihaknya telah melakukannya, Ach. Syaifudin juga menyebutkan kalau pihaknya telah menggandeng distributor resmi.

“Kemudian kita datangkan tangki minyak goreng curah yang bersubsidi dengan harga jual 15.500/liter. Namun memang itu stoknya masih terbatas dan dialokasikan hanya kepada UMKM saja, dan untuk wilayah pedesaan dan Pantura kita belum melaksanakan karena takut nanti ketika didatangkan tidak ada yang mau membeli,” ucapnya.

Ach. Syaifudin juga memaparkan, kalau pihaknya kemaren tidak hanya di Pasar dan di Supermarket yang diindikasikan menimbun barang itu. Akan tetapi ucap dia, pihaknya tidak mendapatkan bukti barang yang ditimbun.

BACA JUGA :  Tim Sukses Nurul Huda Siap Kawal Suara Secara Utuh Sampai Ke KPU Sampang

“Entah sudah disembunyikan atau sudah dilarikan kemana kita juga tidak tau, tapi yang jelas menjelang hari raya ini kita juga akan memastikan stok di Pasar-pasar dan Supermarket aman,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rohman mengatakan, kalau dirinya akan menyerukan usulan itu pada pihak Kabag Perekonomian untuk dibahas dan yang paling mungkin bantuan itu bisa diambilkan dari dana CSR.