Scroll untuk baca artikel
Sosial

Tangis Pilu Yatim Piatu Bersama Komunitas Jangan Lupa Bahagia

Avatar
35
×

Tangis Pilu Yatim Piatu Bersama Komunitas Jangan Lupa Bahagia

Sebarkan artikel ini
Acara berbagi JLB bersama sejumlah yatim piatu yang digelar di Homestay Pamekasan.

PAMEKASAN, MaduraPost – Hakikat puasa Ramadhan bagi ummat Islam bukan sekedar menahan lapar dan dahaga disiang hari, Malainkan sebagai sarana menumbuhkan semangat sosial terhadap sesama, terutama kepada mereka yang hidup dalam kemiskinan.

Maka Bulan Ramadhan menjadi momentum paling sakral untuk terus berbuat kebaikan terutama berbagi kepada masyarakat miskin dan yatim piatu.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Selaras dengan hakikat Ramadhan, Nilai luhur komunitas Jangan Lupa Bahagia (JLB) yang lahir dari semangat kebersamaan dan berbagi, menjadi bagian penting setiap bulan Ramadhan untuk memberikan santunan kepada anak yatim dan kaum Duafa.

Baca Juga :  KPU Sumenep Gelar Debat Publik Terakhir Pilkada 2024, Tema Ini Jadi Tolak Ukur Masyarakat Nilai Paslon

Pada bulan Ramadhan kali ini, Bertempat di Homestay Asri yang berlokasi di Jl. Trunojoyo Gang 6 no 2B Pamekasan, Komunitas Jangan Lupa Bahagia (JLB) kembali menggelar buka puasa bersama sekaligus memberikan santunan yang memang menjadi hak mereka.

Puluhan anak yatim yang hadir turut bahagia dengan sedikit bantuan yang diberikan dari hasil patungan anggota dan Pengurus JLB. Hal itu yang kemudian menjadi kebanggaan bersama komunitas JLB.

Baca Juga :  Mengenal Mohammad Tabrani: Putra Pamekasan Penggagas Nama Bahasa Persatuan Indonesia

“Apa yang kita miliki, didalamnya ada hak mereka yang harus kita berikan,” Kata H. Sukrisno dalam sambutannya. Kamis (28/04/2022).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan pengurus Komunitas Jangan Lupa Bahagia, diantaranya Advisor JLB Ardian Junaedi S.H, M.H, dan Gus Mamak Panglima Jaya, Presiden JLB H.M Sukrisno, Sekjend JLB Khairul Kalam, Bendum JLB Indra Pramana Mentri Sosial dan Ekonomi H.M Said, dan H. Edy Jaya dan jajaran Kabinet JLB Peduli.

Baca Juga :  Holding Statement PLN Tak Jawab Pertanyaan Kunci Kasus Sumenep