Umum  

Sumenep Miliki Ponpes Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Begini Kata Bupati Fauzi

Avatar
Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi, saat meresmikan Gedung Asrama Baru di Ponpes Hidayatul Ulum Utara, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding. (Istimewa)

SUMENEP, MaduraPost – Tepat pada hari Minggu (20/3/2022) kemarin, Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, meresmikan Gedung Asrama Baru di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Ulum Utara, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding. Senin, 21 Maret 2022.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, meresmikan gedung asrama tersebut yang merupakan rehabilitasi bagi pecandu narkoba.

Asrama ini sejak beberapa tahun terakhir sudah dibangun Ponpes Hidayatul Ulum Utara untuk menampung rehabilitasi pecandu narkoba dari berbagai daerah.

“Pembangunan gedung asrama rehabilitasi narkoba ini bertujuan untuk menyelamatkan pecandu atau pengguna narkoba, khususnya kaum remaja agar bisa bangkit dan pulih dari ketergantungannya terhadap barang haram tersebut,” kata Bupati Fauzi pada sejumlah media, Senin (21/3).

BACA JUGA :  Momentum HPN 2022, Bupati Fauzi Ajak Tangkal Berita Hoaks

Pihaknya berharap, asrama itu nanti bisa mengubah mental maupun perilaku para pengguna narkoba. Sehingga, menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Menurut Bupati Fauzi, dengan dibangunnya gedung asrama rehabilitasi narkoba ini, korban ataupun pecandu nantinya bisa mengikuti masa pemulihan sambil belajar ilmu agama.

“Terutama usia pelajar yang direhabilitasi di Ponpes ini bisa mendapatkan pendidikan, baik ilmu agama dan pendidikan umum, supaya mereka tidak lagi mengonsumsi narkoba,” kata dia menerangkan.

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep inu mengajak seluruh elemen agar saling bersinergi dalam memerangi bahaya narkoba bersama-sama.

BACA JUGA :  Sambut Hari Jadi ke 752, Pameran dan Kontes Bonsai Nasional 2021 Meriahkan Kota Sumenep

“Jangan sampai acuh dan berdiam diri, jika di daerahnya ditengarai ada praktik penggunaan narkoba, segera laporkan kepada pihak terkait,” tegas Bupati Fauzi.

Terpisah, Pengasuh Ponpes Hidayatul Ulum Utara, KH Qusyairi Zaini mengungkapkan, jika pecandu narkoba yang direhabilitasi di Ponpesnya itu sudah ada sejak tahun 2020 dan berjumlah 28 anak.

Diantaranya 8 anak sudah pemulihan sembuh dan dikembalikan kepada keluarganya. Sementara, sisanya 20 anak masih berada di asrama rehabilitasi narkoba.

“Kami bersedia sebagai Ponpes rehabilitasi narkoba bagi anak-anak ataupun remaja, demi menjaga dan menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba. Karena efek narkoba bisa memunculkan kejahatan lainnya di masyarakat,” kata KH Qusyairi mengungkapkan.

BACA JUGA :  Rapat Koordinasi dan Pembentukan Struktur AWAS

Dia menjelaskan, mendidik para pecandu narkoba tidaklah mudah, sebab dibutuhkan penanganan khusus dari pada santri biasa. Namun, berkat usaha dan niat yang tulus, salah satu anak yang sebelumnya sama sekali tidak bisa membaca Al-quran, kini sudah khatam bahkan sebanyak tiga kali.

“Alhamdulillah, anak-anak yang direhabilitasi sudah sembuh dan mulai insyaf,” kata alumnus UINSA Surabaya ini.

Dirinya menyampaikan banyak terima kasih kepada Pemkab Sumenep atas bantuan pembangunan asrama rehabilitasi narkoba tersebut.

“Bupati membantu pembangunan asrama baru rehabilitasi ini, tentu saja sebagai aksi nyata untuk mewujudkan visi misinya,” kata dia lebih lanjut.