Simbol Karangan Bunga dan Karung Pupuk Hilang di Depan Mapolres Sampang

Avatar
Karangan bunga dan Karung pupuk saat berada di depan Mapolres Sampang

SAMPANG, MaduraPost – Pasca Raibnya karangan bunga dan karung pupuk sebagai simbol dukungan kepada Polres Sampang terkait pengungkapan kasus penyelewengan Pupuk bersubsidi di Sampang, Ketua Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA) Kusuma Bersatu untuk mengawal kasus tersebut.

Diketahui UPJA Kusuma Bersatu pada senin pagi 18/4 memasang simbol dukungan terhadap Kepolisian yang berhasil menangkap 2 Truk memuat 17 ton Pupuk di jalan Raya Banyuates selasa 12/4 lalu.

BACA JUGA :  LSM GEMPUR Menuding Proyek Plengsengan di Larangan Badung Terindikasi Korupsi

Atas upaya yang dilakukan jajaran Polres Sampang, 18/4 UPJA Kusuma Bersatu memasang Karangan Bunga dan 10 karung Pupuk sebagai bentuk dukungan moral agar kasus tersebut diusut tuntas.

Namun pada selasa 19/4 simbol dukungan itu lenyap, bahkan simbol dukungan dari Lembaga lainnya yang terpasang lebih awal juga ikut raib.

Menyikapi hal itu Sukardi mengaku semakin bersemangat untuk mengawal kasus tersebut.

BACA JUGA :  BREAKING NEWS: Penemuan Bayi Perempuan Gegerkan Warga Bangkalan

“Hilangnya simbol dukungan moral tidak menyurutkan semangat mengawal kasus ini, justru kami makin termotivasi untuk mengawal proses Pengembangan kasusnya agar terang benderang,” ujar Sukardi tersenyum.

Pihaknya, akan menggelang elemen masyarakat khususnya Petani untuk memberi perhatian khusus terhadap kasus yang telah terjadi. Bahkan akan melakukan gerakan lebih masif yang intinya memberikan dukungan moral kepada Kepolisian.

“Untuk Langkah dari UPJA Kusuma Bersatu mendapat dukungan dari Ketua LSM JCW Sampang,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Rumah Nenek di Sumenep Terbakar

Sementara itu, H Tohir Ketua JCW Sampang, jika kasus ini benar adanya akan menyakiti hati rakyat khususnya petani.

Selain mendukung penuh UPJA Kusuma Bersatu yang akan melakukan gerakan setelah Lebaran, Ia berharap pihak Kepolisian lebih tegas.

“Saya mengaku tetap  menghormati praduga tidak bersalah sambil memantau Pengembangan dari kasus yang terjadi,” pungkas H Tohir.