Seorang Ibu Lahirkan Bayi di Atas Perahu, Dinkes Sumenep Bantah Soal Tidak Adanya Tenaga Kesehatan

  • Bagikan

SUMENEP, MaduraPost – Belum lama ini viral seorang ibu melahirkan bayi di atas perahu. Kondisi ini terjadi sebab diklaim tidak adanya tenaga kesehatan di daerah tersebut.

Kejadian itu, terjadi pada Rabu (17/2/2021) sekitar pukul 04.00 WIB kemarin. Seorang ibu rumah tangga melahirkan bayi di atas perahu nelayan. Dia adalah Hendrayani (33), warga Pulau Bulu Manok, Dusun Manok, Desa Sonok, Kecamatan Nonggunong, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pulau Bulu Manok sendiri merupakan bagian dari Desa Sonok. Hanya saja, Dusun tersebut terpisah oleh laut. Bisa dikatakan, Dusun Bulu Manok terpisah antara pulau dan daratan dari Desa Sonok.

Nyatanya, sempat timbul tanda tanya besar, sebab Kepala Desa (Kades) Sonok, Zainal Abidin mengaku tidak tahu menahu atas warganya yang sampai melakukan persalinan di atas sebuah perahu nelayan itu.

“Ini kan tidak ada laporan ke saya,” tuturnya, saat dikonfirmasi MaduraPost melalui sambungan selularnya, Senin (22/2).

Soal tidak adanya ketersediaan tenaga medis di Pulau Bulu Manok, Zainal sempat ambigu. Penyebabnya, kondisi tersebut telah berlangsung sejak lama. Diakui Zainal, hingga saat ini ada segelintir konflik masyarakat Pulau Bulu Manok tentang ketersediaan tenaga kesehatan di Pulau itu.

BACA JUGA :  RSUD Pamekasan Klarifikasi Tudingan DPRD: Jadi Pasien Harus Sabar!

“Dulu memang ada bidan (Sukwan, red), tapi gimana ? mungkin tidak betah. Masalahnya tidak tahu saya, tapi nggak tahu pada akhirnya seperti apa. Karena masyarakat menganggap katanya tidak ada bidan. Tapi (Setahu saya, red), saat ini ada, bidannya berstatus sukwan,” akuinya.

Zainal sedikit mengulas, jika dirinya juga sempat mengajukan penambahan tenaga medis di Desanya. Karena, menurutnya di Desa ia memimpin terkadang sering kekurangan tenaga kesehatan.

“Saya mau ngomong gimana, padahal saya pengajuan sejak dulu untuk ketersediaan perawat, hingga minta ketersediaan Polindes,” akuinya.

Meski begitu, pihaknya menilai apabila kondisi daratan Desa Bulu Manok bagus dalam segi pelayanan kesehatan. Kecuali, di Pulau Bulu Manok.

“Khususnya kalau di daratan ini bagus. Cuma untuk yang Dusun Manok kurang,” jelas Zainal.

Pihaknya berharap, agar Pemerintah Kabupaten sudi melihat kondisi Pulau Bulu Manok. Dalam hal ini, ketersediaan tenaga kesehatan.

“Sekitar 1 tahun, mulai saya jadi Kades tidak tenaga kesehatan. Setahu saya memang ada orang sana yang jadi bidan. Kepada pemerintah saya harapkan untuk disediakan perawat di Pulau Bulu Manok. Saya sudah minta, tapi saat ini masih belum ada respon,” bebernya.

Melihat kondisi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, Agus Mulyono, membenarkan kejadian itu. Bahkan, 10 hari sebelum kejadian seorang ibu melahirkan bayi di atas perahu, Agus mengaku Kepala Dusun (Kadus) Manok telah menghadap padanya.

BACA JUGA :  Disdik Sumenep Belum Mewajibkan Vaksinasi Sebagai Syarat Masuk Sekolah

“Pak Kadusnya menghadap ke saya. Disana itu saya meminta, Kadus untuk menyediakan tenaga medis,” katanya, saat dikonfirmasi melalui sambungan selularnya.

Agus juga menjelaskan, jika sebenarnya, ada satu tenaga medis (Bidan) yang sudah ditempatkan di Pulau Bulu Manok. Kemudian, satu bidan lainnya juga ditempatkan di daratan, Desa setempat.

“Ada satu perawat disana, yang di Pulau Bulu Manok, asli warga sana. Jadi tidak benar kalau ada informasi tidak ada tenaga medis disana,” ucapnya.

Agus juga membantah, jika tidak pernah ada usulan dari dari Kecamatan Nonggunong untuk pengusulan tenaga medis di daerah tersebut.

“Coba tanyakan ke pak Camatnya. Karena kami belum menerima usulan penambahan tenaga medis,” jelas dia.

Menurut Agus, saat ini suda ada tiga tenaga kesehatan di Desa Bulu Manok. Dia menjelaskan, tersebar di Pulau Manok satu orang, dan sisanya dua orang di daratan Desa setempat.

Senyampang dari itu, soal kondisi ibu yang telah melahirkan bayi di atas perahu, Agus mengaku, bahwa kondisi Hendrayani sempat melakukan pemeriksaan kandungannya kepada bidan setempat.

BACA JUGA :  Diduga Terjadi Maladministrasi Realisasi Program DD Tahun 2019 di Desa Pasongsongan

“Katanya sudah pernah periksa kok yang lahir di atas perahu itu. Saya kira walaupun kita terbatas tenaga medis, tapi untuk Kecamatan Nonggunong sudah ditata dengan penyediaan tenaga kesehatan,” ujarnya.

“Saya kira, meski lahir di atas perahu anak beserta ibunya selamat, kita syukurin dulu. Kemudian yang bersangkutan itu harusnya melakukan pemeriksaan kepada bidan yang ada disana,” tambah Agus.

Agus menguraikan, seharusnya sebagai seorang ibu, jika sudah masuk waktu trimester satu, sudah melakukan pemeriksaan. Dilanjutkan, jika telah pada trimester kedua harus memeriksakan kembali, minimal satu kali.

Terakhir, kata Agus, saat mendekati persalinan (Kelahiran) di trimester ketiga, harus sudahmelakukan pemeriksaan tiga kali ke bidan.

“Hal ini dilakukan, untuk mengetahui kesehatan ibu dan bayinya,” urainya.

Sementara, tidak adanya Polindes di Pulu Bulu Manik sempat pula dibantah oeg Agus. Dia mengatakan, jika kabar tersebut tidaklah benar, alias hoax.

“Tidak benar itu. Kalau Polindes itu ada disana. Coba tanya ke Kepala Desa (Kades)-nya, karena Kades disana masih ada satu famili dengan bidannya,” ulasnya.

Dia berharap, agar masyarakat dan Pemerintah Desa (Pemdes) setempat bisa memaksimalkan adanya tenaga kesehatan yang sudah tersedia denga baik. (Mp/al/kk)

  • Bagikan