SUMENEP, MaduraPost – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Pendidikan (Disdik) merancang skema khusus penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar selama Ramadan 2026.
Aktivitas akademik dipastikan tidak dihentikan, namun akan dipadukan dengan penguatan nilai-nilai religius bagi para siswa.
Kebijakan tersebut masih menunggu terbitnya surat edaran Bupati Sumenep sebagai dasar hukum pelaksanaan di lapangan.
Setelah regulasi itu keluar, Disdik Sumenep akan segera menindaklanjuti dengan edaran teknis kepada seluruh lembaga pendidikan.
Kepala Disdik Sumenep, Moh. Iksan, menjelaskan bahwa pengaturan ini berlaku untuk semua tingkatan pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Setelah ada surat edaran dari bupati, kami akan menindaklanjuti dengan menerbitkan surat edaran kepada sekolah-sekolah di semua jenjang, mulai TK, PAUD, SD, hingga SMP,” kata Iksan, Sabtu (21/2).
Iksan menuturkan, pola kegiatan selama bulan suci akan bertumpu pada dua fokus utama, yakni penguatan aspek keagamaan serta keberlanjutan proses pembelajaran formal.
Dalam ranah keagamaan, sekolah dianjurkan menyelenggarakan kegiatan yang efektif dan bersifat pilihan. Agenda tersebut diarahkan untuk memperdalam keimanan dan ketakwaan peserta didik.
“Kegiatan tersebut di antaranya penyampaian hikmah puasa, pahala puasa, serta penguatan ibadah-ibadah tambahan dalam rangka menyambut dan menghiasi bulan Ramadhan,” ujarnya.
Di sisi lain, mantan Kepala Disbudporapar Sumenep itu menegaskan bahwa proses akademik tetap berjalan sebagaimana mestinya, dengan penyesuaian durasi maupun metode pembelajaran. Sekolah diperkenankan memadukan materi pelajaran dengan kegiatan bernuansa Ramadan.
“Dengan pola tersebut, sekolah tetap menjalankan pembelajaran setiap hari, sekaligus menjadikan Ramadhan sebagai momentum pembentukan karakter religius peserta didik,” tegasnya.
Ia berharap seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Sumenep mampu mengimplementasikan kebijakan tersebut secara disiplin dan konsisten.
Ramadan diharapkan menjadi sarana pembentukan karakter tanpa mengorbankan target capaian akademik siswa.
“Keseimbangan antara pendidikan karakter dan akademik menjadi kunci agar kegiatan belajar selama Ramadan tetap efektif dan bermakna,” pungkas Iksan.






